Hari ini , aku menemukan sesuatu yang baru . Sebuah alat yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Sebuah alat yang selalu kulihat , tapi tidak pernah aku memahaminya. Ya itu adalah jam. Dalam kesendirianku tiba-tiba saja terlintas dipikiranku tentang alat ini. Mungkin sedikit terlambat bagiku untuk menyadari hal ini. Tapi aku tetap bersyukur karena akhirnya bisa memahami hal yang berharga seperti ini. FIlosofi ini akan aku jadikan sebagai salah satu pedoman kehidupan yang baik bagi diri saya sendiri dan juga diri pembaca sekalian. Semoga saja para pembaca berkenan men-share artikel ini karena dengan ini kita sedikit bermanfaat dengan saling berbagi kebaikan.
Belajar Dari Jam Dinding
Jam dinding
Entah dilihat ataupun tidak , Ia tetaplah berdenting
Dihargai ataupun tidak sama sekali , ia tetap berputar
Walaupun mungkin tak seorangpun menyadarinya , ia tetap
bekerja
Setiap jam , menit , bahkan detik
Teruslah berbuat baik kepada sesama manusia
Meskipun terkadang perbuatan tidak dihargai oleh mereka
Teruslah bekerja menebarkan cinta
Ibarat jam dinding yang bekerja
Walau tidak terlihat tetapi selalu memberikan manfaat
Untaian puisi diatas benar-benar melambangkan keikhlasan.
Bagaikan seorang pekerja yang terus bekerja tanpa mengharapkan penghargaan.
Seandainya kita bisa menerapkan hal ini kepada kehidupan, Allah pasti akan
lapangkan ampunan. Semoga saja kita semua bisa menerapkan filosofi jam dinding
ini.
Keikhklasan Yang Sempurna
Keikhklasan Yang Sempurna
Adalah sesuatu hal yang wajar apabila seseorang mengalami
kesedihan ketika mengalami kegagalan. Tetapi semuanya dikelmbalikan lagi kepada
masing-masing pribadi dengan cara berintropeksi, yaitu meluruskan niat dan
tanyakan pada diri ini atas dasar apa kita berusaha hingga saat ini. Baik
keberhasilan dan juga kegagalan selalu datang silih berganti pada kehidupan.
Tetapi jika niat kita ikhlas untuk berbagi dan mengabdi untuk sesama, maka
apapun yang terjadi ia pasti tetap seperti jam dinding.
Namun , jangan dilupakan bahwa terkadang jam dinding pun berjalan
lambat atau bahkan berhenti. Ya, hal itu disebabkan karena mungkin baterainya
mati. Oleh karena itu memerlukan sesuatu yang setia manjaganya dan membantunya
menggantikan baterai. Dimana sesuatu yang selalu setia menjaga adalah Allah SWT
dan sahabat sejati yang selalu memberikan motivasi untuk istiqomah di jalan
yang benar.
Terima kasih alam semesta dan kepada semua isinya yang telah
memberikan pembelajaran kehidupan berharga hari ini.
Sekian artikel saya kali ini, jika menurut pembaca ini bermanfaat silahkan men-share artikel ini. Terimakasih


menginspirasi sekali
ReplyDeletehanya dengan jam dinding saja sudah banyak membawa pandangan
jam itu juga sangat egois gan, terkadang kita membuat kesalahan dan ingin memperbaiki kesalahan kita dengan cara mengulang waktu, jam tidak mau memutar balik waktu itu, dia terus berjalan dan terus berjalan meninggalkan keinginan kita
ReplyDeleteWah bener juga ni gan , saya tampung ya pikiran agan ini. heuheu
DeleteSangat bagus nih quotes gan. Ijin bookmark
ReplyDeletesilahkan bos
DeleteSangat bagus nih quotes gan. Ijin bookmark
ReplyDeletekirain garing tulisannya, stelah dibaca2 ternyata bgus juga filosofinya
ReplyDeleteAda yang bilang juga jam ibarat sebuah waktu, tidak bisa diputar kembali,maka gunakanlah dengan sebaik-baiknya, bahagia atau menyesal itulah keputusanmu
ReplyDeletesetuju dengan agan
Deletekeren juga artikel nya
ReplyDeleteTHanks gan
DeleteDalam Banget Filosofinya
ReplyDeletekeren
ReplyDeletesangat menginspirasi
ReplyDeletetambah ilmu gan...
ReplyDeletekunbalnya ya
http://parapantopel.blogspot.co.id/
sangat dalam filosofinya
ReplyDeletekeren bung
ReplyDeletefilosofi yang mendalam dari jam dinding
ReplyDeleteYng bnar" ku petik, "dihargai atau tdk dihargi ia ttp berputar" ini membawa arti banyak sekali. Btw, thanks!
ReplyDeleteKaya kisah hidup nya yang di tulis
ReplyDelete